Chasadja’s Weblog

^pendiDikan webLog^

GURU? Seberapa besar pengaruhnya untuk kita?

Pengertian profil dan karakter guru

Pengertian profil dalam karya tulis ini adalah metode pembelajaran guru dalam bentuk kreatifitas, inovasi, keterampilan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam berinteraksi dengan siswa.

Profil guru dalam bentuk kreatifitas diartikan bagaimana guru dapat membuat anak didiknya menjadi faham keterangan yang dijelaskannya dengan metode pembelajaran yang sekiranya dapat menarik siswa untuk menyukai pelajaran. Profil guru dalam bentuk kreatifitas juga diartikan sebagai kemampuan guru untuk menciptakan lingkungan sosial atau suasana kelas menjadi semenarik mungkin bagi siswa. Sebagaimana dijelaskan, bahwa lingkungan sosial atau suasana kelas adalah penentu psikologis utama yang mempengaruhi belajar akademis (Walbergdan Greenberg, 1997). Suasana atau keadaan ruangan menunjukan arena belajar yang dipengaruhi emosi. Tidak hanya itu, disini kreatifitas juga diartikan sebagai kemampuan guru dalam memperhatikan dan memahami emosi siswa. Sehingga guru mampu berfikir rasional dalam membaca dan membimbing emosi siswa.

Guru yang kreatif lebih mampu menemukan inovasi-inovasi untuk mengendalikian proses pembelajaran. Inovasi yang didefinisikan merekacipta sesuatu yang baru, baru dalam artikata memang benda yang baru, ataupun memperbaharui objek yang lama, merupakan sebuah hasil kerja keras dari guru-guru yang kreatif (Khairusy, 2004). Guru yang mampu berinovasi akan mampu menciptakan sesuatu yang baru dalam pengajarannya. Siswa akan lebih tertarik dan tidak jenuh dengan bentuk pengajaran yang inovatif atau tidak monoton. Hal ini dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.

Profil guru dalam bentuk keterampilan diartikan sebagai kemampuan guru dalam mengausai suasana emosional siswa. Guru yang demikian, cakap dalam melihat dan mengatur suasana yang sedang terjadi dalam kelas. Sehingga guru mampu membawa siswa ikut terjaring ke dalam kondisi emosional terkontrol yang membawa dampak positif bagi proses pembelajaran.

Guru yang kreatif, inovatif, dan trampil merupakan bentuk ideal kemandirian guru. Dengan kecakapan yang dimiliki guru, secara mandiri guru mampu membuat suasana kondusif yang telah memenuhi arti dunia pendidikan yang selama ini kurang berfungsi sebagai mana mestinya, yaitu sebagai lembaga yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu.

Guru yang bertanggung jawab dalam mengajar merupakan hasil dari kemandirian yang telah dimiliki. Guru yang mandiri lebih memiliki sifat profesional tinggi, karena telah mampu menciptakan dunia pendidikan yang sesuai dengan hakikatnya. Guru tidak lagi berfikir asal-asalan dalam mengajar tanpa memikirkan keefektifan dalam pembelajarannya, baik siswa mengerti atau pun tidak.

Selain profil, setiap guru juga mempunyai sebuah karakter. Definisi karakter guru dalam karya tulis ini adalah sifat asli seorang guru yang dijadikan batasan kepada siswa. Yang dimaksud dengan batasan disini adalah bagaimana guru membatasi siswanya agar tidak terlalu larut dalam keadaan guru yang menjadikan siswa sebagai manusia sederajat, sehingga siswa tidak mengangap guru sebagai manusia yang sederajat (teman sendiri).

Semua guru mempunyai karakter yang berbeda-beda, mulai dari guru yang berkarakter lemah lembut, penyayang, perhatian, sampai yang berkarakter keras. Karakter-karakter ini merupakan sifat asli guru yang tidak bisa dilepaskan. Karakter adalah gambaran pribadi seseorang, yang tidak seharusnya untuk diubah. Berbagai macam karakter guru merupakan bentuk jati diri dalam keseimbangan dunia pendidikan.

Dalam arti luas profil guru adalah metode pembelajaran yang digunakan dalam berinteraksi dengan siswa. Sedangkan karakter guru adalah sifat asli sebagai bentuk kepribadian guru dalam proses pembelajaran. Keduanya adalah sesuatu yang saling terkait satu sama lain sebagai faktor vital dalam sistem pembelajaran.

Hubungan harmonis antara guru dan siswa merupakan faktor vital dalam sistem pembelajaran akan tetapi di dalam dunia pendidikan kita selama ini agaknya hal ini telah terabaikan karena dari dulu pemerintah hanya terfokus pada pembangunan, terbukti. sejak awal kemerdekaan, era Orde Baru hingga saat ini.

Hingga sekarang pembangunan pada sektor pendidikanpun masih berlanjut bahkan sekarang pemerintah mengupayakan mengubah kurikulum demi menciptakan siswa yang dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi pemerintah kurang memperhatikan keharmonisan hubungan guru dengan siswa didalam proses pembelajaran, padahal kenyataanya kurikulum yang dianggap pemerintah dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran belum dapat diterapkan secara maksimal karena kurang harmonisnya hubungan guru dengan siswa. Dari hasil dialog interaktif dengan siswa sebagai pelaku dalam proses pembelajaran, mayoritas siswa mengaku, pembelajaran yang selama ini mereka terima kurang efektif dikarnakan masalah mereka dengan guru, baik mengenai metode pembelajara, suasana pembelajaran, atau pun yang lainya.

Syarat Minimal Guru Yang Baik

Syarat minimal seorang guru yang baik adalah bisa membuat muridnnya mengerti dan memahami materi yang dia ajarkan. Dan untuk bisa membuat murid-murid mengerti akan apa yang diajarkan tentunya bukan pekerjaan mudah.

1. Menguasai materi

Bukanlah seorang guru jika ia tidak menguasai materi yang harus diajarkan. Tanpa menguasai materi, seorang guru bisa dipermainkan dan dipermalukan oleh murid-muridnya yang pandai. Dengan terkuasainya materi pula, seorang guru akan dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan siswa kepadanya.

2. Sabar, tegas, dan berwibawa

Sabarnya seorang guru dalam arti bahwa ia tidak begitu saja menilai kesalahan seorang murid sebagai suatu hal yang harus dihukum. Selain itu ia harus tetap bersikap tenang dalam menghadapi berbagai masalah di kelas, jangan sampai terbawa emosi. Tegasnya seorang guru berarti ia harus menindak suatu masalah dengan cara yang benar dan tidak plin-plan. Yang tidak boleh dilupakan, seorang guru haruslah berwibawa. Dengan wibawanya, ia akan dihormati oleh murid-muridnya, mereka pun akan antusias mendengarkan gurunya berbicara.

3. Mengayomi siswanya

Guru yang baik harus mengerti apa kebutuhan siswanya. Guru yang seperti itu dikatakan dapat mengayomi siswanya. Guru adalah orangtua kedua bagi seorang siswa sehingga di kelas ia harus bertindak layaknya orangtua yang baik bagi siswanya. Dengan demikian akan tercipta kasih sayang dua arah dan menjadikan suatu situasi yang kondusif yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ciri-ciri Guru Yang Disenangi Siswa

* Tidak memaksa siswa untuk belajar dengan menambah jam-jam pelajaran

Tidak menggenjot siswa dengan menambah jam-jam pelajaran tambahan sebagaimana latihan militer yang keras dan disiplin tinggi, mengebom mental siswa dengan berbagai macam tes yang sulit-sulit soalnya.

* Tidak arogan/sombong

Guru diberi kebebasan melakukan metode mengajar yang terbaik menurutnya tanpa harus arogan, petantang petenteng menatap siswanya agar memelas minta ampun supaya tidak diberikan tes atau ulangan yang soalnya sulit. Hal ini justru membunuh karakter perkembangan diri siswa yang ingin bebas menjalankan tujuan hidupnya … sejak pra-sekolah siswa sudah diberikan bekal untuk menguji pandangan hidupnya sendiri di masa mendatang. Di Indonesia saat ini, tujuan pengajaran secara tidak kasat mata adalah Mengajarkan siswa/murid supaya lolos ujian nasional/ ulangan umum/ naik kelas bukan untuk memikirkan menjadi apa di masa mendatangnya.

* Sabar dan toleransi

Siswalah yang menentukan bahan apa yang hendak dipelajarinya, guru memberikan kesabaran, toleransi dalam kompetensi yang tinggi sesuai keterampilan mengajarnya untuk membimbing siswa. Siswa yang remedial bukan berarti siswa itu bodoh, tetapi ada kesempatan untuk memperbaiki kinerja siswa dalam belajar dan ditanggapi guru dengan sabar, kompromistik, komprehensif dan fleksibel.

* Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berarti adalah suasana belajar dibuat tidak membosankan sehingga siswa yang mengikuti pelajaran tersebut menikmati pelajaran yang diberikan. Hal ini dapat menunjang keberhasilan pembelajaran dan pengajaran di kelas atau di luar kelas.

* Enak diajak curhat

Bahwa setiap siswa itu pasti punya masalah entah masalah yang bisa mengganggu kegiatan belajar maupun yang tidak. Tapi kebanyakan masalah itu bisa menggangu kegiatan belajar siswa, jadi tidak konsentrasi karena sedang ada masalah. Dari situlah pentingnya seorang guru yang bisa dekat dengan siswa, siswa akan senantiasa menceritakan masalahnya dan guru tersebut diharapkan bisa memberi solusi untuk meringankan beban masalah siswa tersebut. Dengan ini diharapkan kegiatan belajar akan kembali normal.

* Murah senyum dan ramah

Senyum adalah salah satu kriteria yang didambakan siswa terhadap gurunya. Misalnya guru sedang bejalan dimanapun saat ketemu dan siswanya menayapa kalau guru itu tidak senyum pasti siswa akan jadi jengkel. Sedangakan dengan senym dsan saling menyapa akan menambah keakraban.

* Adil dan bijaksana

Bahwa setiap siswa itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kadang seorang guru hanya berpusat pada siswa yang pandai padahal siswa yang kurang pandai itu juga butuh perhatian dan siswa yang pandai itu juga bisa membantunya.

* Profesional dalam mengampu mata pelajaran yang sesuai dengan bidangnya

Sesuai dengan apa yang dia peroleh dan dia tekuni dalam pendidikannya. Tidak berupaya hanya sekedar mendapatkan pekerjaan tetapi juga berupaya memberikan apa yang dimilikinya yang tentunya sesuai dengan bidangnya.

Guru profesional, menurut pandangan umum ialah pendidik yang dapat dipatuhi (digugu) perikatanya serta diikuti (ditiru) perilakunya. Ia dipatuhi apa yang dikatakan karena memiliki kecerdasan yang memadai dan diikuti apa yang dilakukan karena memiliki budi pekerti yang mulia. Guru profesional ialah sosok yang ‘lengkap’, cerdas, dan berbudi pekerti sebagai dasar untuk menjalankan tugas keguruannya.

* Dapat mengelola kelas dengan baik

Dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan sehingga siswa-siswa betah belajar di kelas. Suasana pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning) yang dipadukan dengan pembelajaran aktif (active learning).

Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada tekanan. Yang ada hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung. Pembelajaran yang membebaskan, menurut konsep Paulo Fraire, adalah pembelajaran yang di dalamnya tidak ada lagi tekanan, baik tekanan fisik maupun psikologis. Sebab, tekanan apa pun namanya hanya akan mengerdilkan pikiran siswa, sedangkan kebebasan apa pun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif.

* Disiplin

Seorang guru diharapkan harus memberikan contoh yang baik dengan kedisiplinan seperti : datang tepat pada waktunya, mengajar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Apabila dalam kegiatan mengajar guru tidak dapat hadir, hendaknya guru menulis surat untuk Kepala Sekolah serta mengutus salah satu pegawai untuk memberikan tugas kepada siswa yang pada hari itu diampu oleh guru tersebut. Karena kedisiplinan awal dari kesuksesan dan displin pula yang harus ditanamkan pada diri kita.

* Bisa menjadi tauladan yg baik bagi siswa sebagai peserta didik

Seharusnya, Guru-guru tidak pernah kehilangan harapan dan ketulusan mengabdikan diri di bidang pendidikan. Mereka bersikap layaknya juru taman yang dengan penuh kasih memelihara dan membesarkan putik-putik bunga di taman agar tidak terganggu suasana carut-marut di sekitarnya.

* Bisa memahami siswa

Hubungan antara guru dan murid dapat dijalin dengan pendekatan didaktik metodik yang bernuansa “pedagogis”. Artinya, interaksi antara guru dan murid tidak dijalin dengan komunikasi yang “kaku” seperti “orang yang serba tahu” dengan “anak yang serba tidak tahu”. Dengan demikian, sensitivitas guru lebih mengarah kepada upaya untuk memberikan pelayanan secara prima kepada siswa-siswinya. Pelayanan semacam ini akan terwujud manakala guru benar-benar dapat memerankan diri sebagai fasilitator, bukan sebagai orang yang harus dilayani.

* Mampu memberi motivasi dan nasehat

Guru ialah pendidik yang dalam kesehariannya bergaul dan beraktivitas memotivasi, mengarahkan serta membimbing kemajuan siswa sebagai peserta didiknya. Itulah sebabnya, tanpa guru yang profesional niscaya kualitas pendidikan dapat dicapai. Guru harus mampu memberikan inspirasi yang ideal.

* Berpenampilan menarik

Intensitas pertemuan antara guru dan siswa di sekolah berlangsung hampir setiap hari, baik pada jam pelajaran ataupun diluar jam pelajaran. Guru adalah teladan / contoh bagi siswa-siswi di sekolah, baik tingkah laku maupun gaya berpenampilan secara tidak langsung akan di contoh oleh siswanya. Oleh sebab itu, guru diharapkan dapat berpenampilan menarik dan rapi. Selain mencontohkan kepada siswa supaya berpakaian rapi, juga memberikan kesan berwibawa.

* Mengikuti perkembangan zaman

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, guru diharapkan dapat selalu memngikuti perkembangan yang ada. Jadi guru dapat menginformasikan pada siswa apa-apa saja yang terjadi, sehingga siswa dapat mengikuti perkembangan zaman.

* materi ini saya ambil dari tugas di mata kuliah Ilmu Pendidikan tentang sosok guru yang baik. Materi tersebut didapat dari berbagai sumber yang mendukung serta diperoleh dari keterangan teman-teman mahasiswa.

Juli 3, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: